Sabtu, 19 November 2011 0 komentar

Keagungan Osama bin Laden dalam Puisi Anis Matta

"Surat Untuk Osama"

Osama,
Kamu tidak pernah bilang padaku
Kalau kamu mau meledakkan WTC dan Pentagon
Bush juga tidak punya bukti sampai sekarang
Jadi aku memilih percaya
Pada cinta yang terpancar
Di balik keteduhan matamu
Pada semangat pembelaan yang tersimpan
Di balik lebat janggutmu.

Osama,
Kamulah yang mengajar
Bangsa-bangsa yang bisu untuk bisa bicara
Maka mereka berteriak.

Kamulah yang menanam bibit-bibit keberanian,
Di ladang jiwa orang-orang penakut
Maka mereka melawan.

Kamulah yang menebar nikmat kemerdekaan,
Di renung kalbu orang-orang tertindas
Maka mereka berjuang.

Kamulah yang mengobarkan harapan di langit
Hati orang-orang terjaga
Maka mereka memberontak.

Osama...
Kamulah yang mengunci mulut bangsa-bangsa adidaya,
Supaya mereka terdiam
Maka mereka hanya bisa mengamuk.

Kamulah yang meruntuhkan keangkuhan
Dari jidat bangsa-bangsa arogan
Maka mereka terbungkam.

Kamulah yang merampas rasa aman
Dari jiwa bangsa-bangsa tirani
Maka mereka tak pernah bisa tidur nyenyak.

Kamulah yang merenggut selera hidup
Dari langit hati bangsa-bangsa makmur itu
Maka mereka tak lagi menikmati hidup.

Osama oh Osama... Osama oh Osama...
Mari kita nyanyikan lagu kemenangan
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang telah menemukan kehidupannya.

Osama oh Osama... Osama oh Osama...
Mari kita senandungkan lagu keabadian
Bersama nurani anak-anak manusia
Yang merindukan taman surga.







"Jawaban Osama"
 
Saudaraku,
Surat ini sudah kuterima
Aku baik-baik saja di sini
Aku masih minum teh di pagi hari
Dan menikmati sunset di sore hari
Aku juga masih mengendalikan bisnis
Dan mengontrol jaringan Al-Qaidah
Dari balik gua-gua Afghanistan.

Tenanglah saudaraku,
Karena jadwal kematianku
Tidak ditulis di Pentagon atau Gedung Putih.

Saudaraku,
Aku menonton aksi-aksi kalian di TV Al-Jazirah
Aku senang kalian mulai berani berbicara
Aku suka kalian sudah bisa bikin Bush marah-marah
Aku gembira kalian sudah bisa bilang tidak
Aku bahagia kalian mulai belajar jadi singa
Aku terharu kalian miskin-miskin tapi mau nyumbang...
Aku terheran-heran kalian kecil-kecil
Tapi mau jihad ke Afghanistan
Aku pikir kalian ini anak-anak ajaib.

Saudaraku aku mau buka rahasia sama kamu
Tapi kamu jangan bilang siapa-siapa.

Kamu tahu nggak,
Kenapa orang-orang Taliban sayang sama aku
Kata mereka ternyata karena aku lucu
Bocah-bocah Afghan juga senang padaku
Kata mereka karena aku bawa mainan
Pesawat-pesawat Amerika untuk mereka
Para pemulung Afghanistan juga suka padaku
Kata mereka karena roda-roda lama mereka itu
Bisa jadi besi tua yang laris.

Orang-orang Amerika itu terlalu serius
Padahal kita cuma sedang bermain di halaman surga.

Saudaraku,
Kalau nanti Allah memilihku jadi syahid
Utusanku akan datang menemuimu
Membawa sebuah pundi kecil
Itulah darahku,
Siramlah taman jihad di Ambon, di Ternate dan Poso
Tapi kalau aku bisa mengubur keangkuhan Amerika di sini
Aku akan datang ke Indonesia
Kamu tahu apa yang akan aku lakukan
Aku hanya mau investasi di negerimu.

sumber : www.voa-islam.com
Minggu, 30 Oktober 2011 0 komentar

Rasa Baru

kapan rasa ini menjadi realita
saat godaan itu makin mempermainkan imanku
ooh ...jatuh tersandar dalam tumpukan benih-benih yang semu
buat aku jadi buta !
buta karena tak bisa melihat pancaran nur Nya

aku ini lemah ..
dan syaitan makin bersigap merebut kesucian tauhid ku
tauhid yang aku susun menjadi sebuah kecintaan
yang sudah lama aku nantikan
tapi mereka ingin merebut cintaku !
ya mereka itu iblis bertopeng ahlul khoir!
hingga aku jatuh !
terhempas !!!
terlempar !!

kisah sedih saat iman dipertaruhkan demi sebuah nafsu
yang buat ku jadi koid !
Ya Allah ....terima taubatku
aku ingin menjadi permaisuri sholihah
yang mengharap cinta sang pangeran sholih dalam rangkulan ukhuwahMu
Jumat, 25 Februari 2011 0 komentar

New Spirit

PERKASA itu ...

         Bukan bicara otot

Bukan juga bertajam lidah


tapi, PERKASA itu ...

      "PERTAHANKAN KARISMA fii SABILILLAH"


SETIA itu ....

         Bukan asat usut hawa nafsu

Bukan juga pemanis teori kasih sayang


tapi, SETIA itu ..

    "SEMANGAT TIADA AKHIR !!!!"


Masa lalu adalah guru,
         Masa depan adalah HARAPAN !


Mimpi--->Kejar------>Raih------>Sukses----->Berkah------->Pertahankan------->SURGA




Salam Semangat ^_^ ,


_Annisa Rahmah_
Selasa, 07 Desember 2010 0 komentar

Hidupku, Hidupmu

Hidup

Yaaa hidup
Hidup ini
Hidupku
Hidupmu


Hidup..asing berorientasi
Aku , kamu !
Apa maksud semua ini
Sebuah fakta atau hanya sekedar coretan di pasir
Aku menggenggamnya
Coba lihat !
Aku tak mungkin bisa menggenggamnya

Seperti itulah hidup
Aku, kamu
Hanya bisa menanam benih
Laa haula wala kuwwata illaa billaa
Kamis, 02 Desember 2010 1 komentar

Ingatkan aku !

Bismillah,

Mengapa mesti diungkit jika nantinya hanya menyakitkan
Kalau begitu kenapa tidak dari awal bicara
Bicara lebih baik daripada diam tapi tak memberi solusi
Bukan berarti segala yang disolusikan dengan diam adalah baik
Begitu juga dengan sikap acuh tak acuh
Kenapa mesti memasang wajah musam jika hanya bisa melukai simpul senyum

Aku diam ! ya aku diam
tapi bukan berarti aku tak suka
Bukan berarti aku tak mau !
Bukan  berarti aku tak mau menyapa
Aku hanya malu
Mengapa susah sekali mengerti

Bocah, ya mereka mengenalku sebagai bocah
Rendah !
aku selalu rendah dihadapan mereka
Kekuranganku seperti buih
aku sadar itu !
Bicara face to face !
Bukan dibelakang !
Kenapa harus menunggu berbulan2

Tidak ada manusia yang sempurna !
Adakalanya manusia tak sadar akan khilafnya
Ingatkan !, itu kuncinya !
Bukan dengan cara acuh tak acuh bermuka masam

Sukses !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Selasa, 23 November 2010 0 komentar

Biar ! biar aku pengarangnya !

Oleh : Annisa Rahmah

Aku tak sepandai ucapannya
hanya bisa meliteraturkan segala yang terampas
semudah itu berkilat dalam sandiwaranya
Biar aku yang jatuh ..biar aku yang terhempas !

Terbakar dalam fajar yang mulai menepi
Kau ingin songsong matahari
tapi lihat sekelilingmu yang sepi
Nantinya kau akan gigit jari

Bertemu dirimu
Mencoba kuat
Tegar dalam setiap sayatanmu
Biar !! biar aku yang tersayat !

Lagi dan lagi kucoba meliteraturkan segala konsep ini
biar pena menjadi saksi
atas makna yang mengumpat dibalik jeruji hati
Ssuuuttt ...! kaulah tersangka utama dalam kisah sunyi
Senin, 15 November 2010 2 komentar

Pengobral Jiwa

 Oleh : Annisa Rahmah

Sabar peluh meratapi segala ego diri
geram aku ketika melihatnya sembunyi
sembunyi menutupi segala serpihan hati
polosnya dikau hai durjana siang hari

Kelam membungkus ranum jiwa yang nista
tersungkur dalam ilusi tak berharga
Diam ! kau acuhkan aku tak bersisa
Habis dalam kesurutan yang bernoda

Kau hebat ! memang !
Sang diktator yang menang
Raja Tangguh berbalut pedang
Singsingkan saja jubahmu biar lapang !

Lihat diriku !
Luka, luka yang teramat pedih
Kau buat ku kaku !
Hingga lisan ini membisu perih

Kau boleh saja tikam aku
Kau kuras emosiku
Biar lembayu senja menjadi saksinya
Atas kikisan kikisan sanksiNya 

 
;